Johnny BunkoMahasiswa biasanya mendapatkan saran karir dari teman mereka (yg biasanya sama2 tak punya cukup pengalaman & wawasan ttg karir) atau keluarga (yg mendasarkan gagasan mereka pada apa2 yg berhasil tiga dekade lalu). Manapun yg dipilih, tak jarang anak muda mengalami ketidaksuksesan dalam karir.

Ada banyak sekali buku bimbingan karir, tapi para remaja dan mahasiswa biasanya tidak cukup betah untuk membaca buku-buku itu sampai tuntas. Pengarang buku A Whole New Mid, Dan Pink, punya gagasan yang cemerlang dengan membuat buku nasihat karir dalam bentuk manga.

Bukunya berjudul The Adventures of Johnny Bunko. Lihat gambar di bawah; si cowok adl Johny Bunko. Dia adl karyawan baru di perusahaan bernama Boogs, yg mulai tersiksa dg pekerjaannya. Lalu cewek dg perawakan ala Sakura-nya Naruto itu adl Diana. Dia adl penasehat karir supernatural yg muncul dari sumpit makan Bunko.

Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga

Buku ini diperuntukkan bagi mereka yg berusia di kisaran 20-an, termasuk juga siswa SMA. Konteks dari cerita ini adl tentang pria baik-baik, yg patuh pada orang tuanya, yg suka bekerja keras, yg peroleh sukses finansial di tempat kerjanya, tapi kemudian merasa ada yg salah dg pilihan karirnya. Bener2 matching ama gaya gagasan saya :mrgreen:

Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga

Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga

“College students are making all kinds of assumptions about their careers that are just wrong”
– Daniel Pink

Ada enam pelajaran di buku ini. Kita mulai dari yg pertama; Tak usah bikin rencana karir!

Lesson 1: There is no plan

Saya amat menyukai bagian yg ini krn secara pribadi miliki pengalaman yg berkesan tentangnya. Meskipun saya sudah membuat planning sedemikian rupa, saya kerap dibuat stres oleh kejadian2 tak terduga. Sedemikian saya merasa menyalahi kaidah sukses yg disampaikan oleh banyak motivator tentang pemetaan hidup & rencana karir yg gamblang, sampai2 saya merasa telah melakukan suatu dosa.

Hingga kemudian saya sadar bhw kondisi saya itu tyt juga dialami oleh banyak orang sukses.

Buku Daniel Pink menyebutkan bahwa Anda sebenarnya tidak akan mampu membuat peta hidup diri secara sempurna hingga jauh ke depan di saat Anda berusia 21 – atau 31 atau 41 atau bahkan 51. Anda mungkin berpikir bahwa X akan membawa ada ke Y, dan Y akan membawa Anda pada Z… Tapi nyatanya yg terjadi bukan seperti itu. Hidup ini bukanlah persoalan aljabar matematika. Riilnya, X bisa jadi akan membawa Anda ke W, dan W mungkin akan membawa Anda ke warna biru, warna biru bisa jadi akan membawa Anda ke ayam goreng sambel.

Memang nyaman sekali rasanya untuk meyakini bahwa kita bisa memetakan setiap langkah ke depan hingga akhirnya sampai di tempat yg dibayangkan. Tapi itu adalah sebuah fantasi. Sepuluh tahun dari sekarang, dunia sudah berubah. Anda pun juga berubah. Ndak ada lagi pekerjaan yg benar2 Safe. Lagian, jikapun ada pekerjaan yg Safe tapi Anda ndak betah di sana, maka buat apa buang2 waktu di sana. Jangan khawatir, setiap posisi di kerjaan akan membantu Anda menemukan bakat (atau kelemahan) terkuat untuk mengarahkan karir Anda yg sebenarnya.

Johnny Bunko: 6 Pelajaran dan Pencerahan Karir ala Manga

Bila Anda kemudian coba untuk kekeh pada rencana, meskipun Anda sadari bahwa itu konyol, itu sama saja dengan memilih untuk mati pelahan.

Tapi bukan lantas berarti Anda hanya tinggal duduk diam dan menunggu perihal2 acak datang pada diri Anda. Anda tetap harus membuat pilihan pintar, yang mana ini didasarkan pada dua tipe motif.

  1. Anda bisa melakukan sesuatu karena pertimbangan Instrumental; karena Anda yakini (atau sebenarnya lebih tepat: harap) itu akan mengarahkan Anda pada perihal tertentu yang lain, ndak peduli apakah Anda bakal menikmatinya atau tidak, atau apakah itu memang benar-benar layak untuk dilakukan.
  2. Atau Anda bisa melakukan sesuatu karena pertimbangan Fundamental; karena Anda pikir ada perihal penting yang bersifat inheren (dari dalam diri), terlepas dari ke arah manakah keputusan ini nanti akan menuju.

Rahasia kecilnya adalah bahwa pertimbangan instrumental biasanya tidak berhasil. Perihal2yg kita hadapi seringkali begitu rumit & kompleksnyanya, serta tidak terprediksikan. Kita ndak bisa pernah tahu apa-apa yang persisnya akan terjadi. Sehingga kemudian yang ada adalah macet, stuck.

Sementara itu kebanyakan orang sukses -bukannya setiap kali, melainkan seringkali- membuat keputusan berdasarkan pertimbangan Fundamental. Mereka mengambil pekerjaan atau bergabung dengan perusahaan agar bisa melakukan hal-hal menarik dan mereka cintai. Mereka pelajari apa2 yg mereka suka, bukannya apa2 yg orang lain suruh/minta mereka untuk pelajari. Mereka bukanlah orang2 bodoh. Mereka adalah pragmatis yang tercerahkan.

Ini tepat seperti komentar Steve Jobs tentang pembelajarannya di bidang kaligrafi dan tipografi saat masih kuliah.

“Ndak ada satu pun dari pembelajaran itu punya aplikasi praktis dalam hidup saya. Tapi sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendesain komputer Macintosh pertama, semua (manfaat itu) kembali buat saya”

dan juga…

“You can’t connect the dots looking forward…you can only connect them looking backwards
Steve Jobs.

Pelajaran kedua adalah berfokus pada pemberdayaan kekuatan, bukannya kelemahan.

Lesson 2: Think Strenghts, Not Weaknesses

Kunci dari sukses adl dengan mengalihkan diri dari kelemahan dan berfokus pada kekuatan. Berdasarkan penelitian oleh Martin Seligman dan Marcus Buckingham: orang2 sukses tidak berusaha terlalu keras untuk meningkatkan apa2 yang mereka buruk di dalamnya. Alih-alih, mereka mengkapitalkan apa2 yg mereka Bagus di dalamnya.

  • Apa sih yg secara konsisten bisa dg baik/istimewa Anda lakukan?
  • Apa sih yg bisa memberi Anda energi alih2 malah mengurasnya?
  • Aktivitas macam apakah yg menciptakan “flow” untuk Anda?

Flow is the mental state of operation in which the people is fully immersed in what she or he is doing, characterized by a feeling of energized focus, full involvement, and success in the process of the activity.

Flow ini biasanya jadi amat krusial ketika kita sudah masuk pada mode multitasking.

jadikan diri Anda berguna

 

Lesson 3: It’s Not About You!

Ini bukan tentang Anda, kepentingan2 Anda sbg perihal yg didahulukan. Ini adl tentang penambahan nilai. Ini adalah tentang membantu pelanggan Anda, teman sejawat Anda, bos Anda. Memang betul gunakan secara penuh kekuatan Anda. Tapi ingat, Anda bekerja bukan untuk melakukan aktualisasi diri. Dengan segenap kekuatan dan bakat Anda, Anda ada di sana untuk melayani orang lain.

Tingkatkan kualitas hidup Anda dg meningkatkan kehidupan orang lain, dg membantu tim Anda dalam cara2 yg bahkan mereka tak bisa menyangkanya. Bantulah pelanggan Anda menyelesaikan masalah mereka.

Outward, not inward.

Orang2 paling penting di pekerjaan apapun membawa bagian terbaik dari diri mereka untuk kebaikan orang lain. Mereka membuat bos mereka tampak lebih baik, mereka membantu rekan kerja mereka untuk jadi lebih berhasil.

Lesson 4: Persistence Trumps Talent

Iya, bakat memang penting, itulah kenapa Anda harus mengenali bakat-kekuatan Anda.Tapi sekedar bakat saja tidak akan membuat Anda sukses. Dunia ini sudah banyak didiami oleh orang2 berbakat yg tidak bisa bertahan, yg memilih untuk menyerah. Mereka pun akhirnya dilewati oleh orang2 dg bakat yg lebih kecil namun dg persistensi & sikap kekeh yg lebih tinggi.

Kaizen - perbaikan berkesinambungan

Lakukan perbaikan terus menerus, bahkan yg terkecil sekalipun. Langkah demi langkah, yang penting terus maju ke depan.

Untuk itu, maka amatlah penting bagi Anda untuk miliki motivasi intrinsik, yg muncul dari dalam diri. Dengannya, maka semakin besar peluang Anda untuk bisa bertahan. Semakin Anda mampu bertahan, semakin besar peluang Anda utk sukses. Tapi jika Anda melakukan sesuatu atas dasar reward eksternal seperti uang atau promosi, maka Anda tidak akan bisa bertahan lama.

Lesson 5: Make Excellent Mistakes

Setiap kesalahan adl kesempatan utk belajar. Yg dimaksud di sini bukanlah kesalahan akibat kecerobohan atau kebodohan, namun kesalahan yg dibuat ketika Anda telah berpikir besar dan lalu mengambil kesempatan.

No pain, no gain!

The greater danger for most of us lies in setting our aim too high and falling short; but in setting our aim too low, and achieving our mark.
– Michelangelo

Buatlah kesalahan untuk belajar

If you’re not prepared to be wrong, you’ll never come up with anything original.
– Sir Ken Robinson

Lesson 6: Leave an Imprint

Ketika Anda beranjak tua, akan ada pertanyaan yg sering menyeruak…

  • Apa aku sudah membuat suatu perbedaan?
  • Apa yg sudah aku kontribusikan?
  • Apa aku ini punya arti?

berilah kontribusi pada dunia

Masalahnya, kebanyakan orang keburu sampai di akhir hidup mereka dan kemudian tidak menyukai jawaban dari pertanyaan di atas.

Regret for the things we did can be tempered by time; it is regret for the things we did not do that is inconsolable.
– Sydney J. Harris.

Jika Anda ingin menikmati review dg ilustrasi yg mantap, saya amat menyarankan anda menikmati presentasi berikut oleh Garr Reynolds. Gambar2 di tulisan ini saya ambil dari presentasi beliau.

Dan terima kasih banget buat sobat Kreshna Aditya yg telah meminjami saya buku yg inspiratif ini.

Jika Anda ingin melihat beberapa halaman dari bukunya, silahkan donloddi sini (16 Mb).

Baik, teman2. Berikut ini saya rangkumkan poin inti dari buku The Adventures of Johnny Bunko;

  1. There is no plan. Jangan terlalu kaku pada perencanaan langkah per langkah ke depan… it’s not possible to do.
  2. Think strengths, not weaknesses. Perkuat apa2 yg Anda kuat di dalamnya dan berhentilah mengandalkan potensi dari kelemahan Anda.
  3. It’s not about you. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan untuk orang lain (mulai dg atasan) alih2 mencari AMBAKnya buat anda.
  4. Persistence trumps talent. Bertahanlah. Jangan lupa bahwa Practice makes perfect.
  5. Make excellent mistakes. Ambillah tantangan besar dan belajarlah darinya.
  6. Leave an imprint. Buatlah perbedaan atas keberadaan dirimu.

Secara umum, buku ini tidaklah memberikan panduan how-to untuk meraih sukses karir. Bila Anda membutuhkan instruksi dan arahan spesifik tentang bagaimana melakukan sesuatu terkait karir, Anda mungkin perlu membeli buku yang lain.

Anda sudah habiskan sekian banyak waktu untuk pendidikan Anda. Sekarang pertanyaannya…

Anda sudah siap belum?

 

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s