Dari iklan yg dipasang oleh perusahaan, Anda jadi punya bahan untuk menyebutkan kompetensi diri Anda berdasarkan kompetensi kunci dan kriteria lain yg dicari oleh perusahaan. Parafrasekan kembali itu semua kepada si interviewer. Namun ingat untuk tidak mengulang secara persis kata per kata, karena itu hanya akan membuat Anda terkesan asal comot seperti beo. Anda harus membahasakan kembali itu semua dalam kalimat Anda sendiri.

Semisal deskripsi yg tertera di deskripsi lowongan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Mempunyai motivasi yg tinggi, ulet, jujur dan teliti
  2. Bisa mengoperasikan komputer dg baik, khususnya Word & Excel
  3. Berpenampilan menarik,
  4. Skill komunikasi dan interpersonal yg baik,
  5. Berkepribadian menarik dan kreatif
  6. Pembelajar yg cepat, bisa bekerja mandiri maupun tim

Jika Anda menyampaikannya dengan semacam ini: “Saya ini adalah orang yg punya motivasi tinggi, ulet, jujur dan teliti. Saya juga bernenampilan menarik. Skill komunikasi dan interpersonal saya jg baik”
Maka sebelum Anda selesai, si pewawancara akan memotong dg, “Biar saya tebak, selanjutnya Anda pasti akan mengatakan bhw Anda juga punya kepribadian yg menarik dan kreatif, bukan. Wow, Anda memang seorang penghapal yg baik”.

Akan lebih baik jika Anda menyampaikannya seperti berikut:
“Saya sudah terbiasa bekerja dalam tim, baik sebagai pimpinan, evaluator maupun pembuat strategi. Namun saya juga mampu bekerja sendirian, semisal untuk aktivitas yg terkait dg analisa ataupun input data (tergantung job desc dari posisi sasaran apa).”

Kriteria dalam deskripsi lowongan kerja ibaratnya berfungsi sebagai kerangka paragraf. Tugas Anda adalah mengembangkannya menjadi kalimat deskriptif sesuai dg pengalaman Anda.

Sebaiknya Anda pikirkan juga contoh dari apa-apa yg telah Anda sampaikan untuk meyakinkan bahwa Anda memang berkata benar dan bukannya sekedar mengeluarkan kata2 indah. Sehingga ketika si pewawancara bertanya, “Mengapa Anda meyakini bahwa itu semua merupakan kekuatan Anda?” atau “Apa maksudnya Anda punya skill komunikasi yg bagus, buktinya apa?”, maka Anda sudah punya jawaban.

kekuatan kelemahan tes wawancara kerja

Selain itu, cobalah untuk terkesan percaya diri tanpa kemudian terkesan over-confident, terlalu PeDe atau arogan. Hal ini bisa Anda lakukan dg menggunakan pereferensian dari orang lain, semisal sebagai berikut:
“Orang-orang yg pernah bekerja dg saya selalu mengatakan bahwa saya adalah orang dg kepribadian yg menarik, dalam artian saya ini menyenangkan utk diajak ngobrol, berdiskusi dan bekerja sama.”

Dan sebaiknya itu memang benar :-)

 

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s