Cara Melekatkan Gagasan: Buat Dia Jadi Sederhana

Apakah sekedar punya gagasan sudah cukup? Tidak! Tentunya Anda ingin gagasan Anda pertama bisa dimengerti, lalu dapat diingat dengan baik dan lalu bisa memberikan dampak (mengubah opini, perilaku, nilai atau yang lainnya). Untuk itu, maka sebuah gagasan perlu dirancang sedemikian rupa agar maksud tersebut tercapai. Chip Heath dan Dan Heath adalah penulis buku yang amat populer berjudul Made to Stick: Why Some Ideas Survive and Others Die.

Dalam bukunya itu, dia memberikan enam rumusan dalam bentuk akronim “SUCCES” yang membuat sebuah gagasan bisa melekat baik.

  • Simple — carilah esensi atau inti dari gagasan apapun
  • Unexpected — renggutlah perhatian orang lain dengan mengejutkan mereka
  • Concrete — pastikan sebuah gagasan bisa dicerna dan diingat kemudian
  • Credibility — buatlah sebuah gagasan bisa dipercaya
  • Emotion — bantulah orang lain melihat tingkat kepentingan dari sebuah gagasan
  • Stories — buat seseorang lebih meyakini sebuah gagasan dengan bantuan narasi atau cerita

Membuat Gagasan Mudah Dipahami: Konsep Kesederhanaan (Simplicity)

Konsep Kesederhanaan Pesan (Simplicity)

Jurnalis menggunakan sebuah model penulisan yang disebut “piramid terbalik” yang menuntut adanya berita terpenting diletakkan di awal paragraf, dan kemudian, di setiap paragraf berikutnya, tingkat kepentingan dari berita kian berkurang. Satu dampak dari hal ini adalah adanya kemudahan untuk memotong sebuah artikel berita, bila semisal dibutuhkan ruang: Tinggal potong saja paragraf yang ada di bagian akhir-akhir, toh mereka merupakan bagian yang paling tak penting.

Bagian tersusah dari penulisan dengan gaya piramida terbalik ini adalah bahwa kita terpaksa harus membuat prioritas. Sebagai seorang jurnalis, seseorang bisa jadi punya buanyak sekali informasi berharga, tapi dia bagaimanapun harus bisa menyaring setiap potongan informasi sedemikian rupa terkelompokkan mana yang pantas ditaruh di bagian awal dan seterusnya hingga akhir.

Proses pemrioritasan ini adalah jantung dari konsep kesederhanaan pesan atau simplicity. Ini adalah bagian yang disebut sebagai “menemukan esensi.” Simplicity bukan berarti menurunkan bobot, melainkan berarti memilih. Beberapa konsep pastilah lebih penting ketimbang yang lain. Siapa yang bisa menentukan itu? Tentu saja dia yang sudah cukup berpengetahuan dan tahu.

Andrew Carl Singer adalah dosen di Unversitas Illinois yang mengajar tentang pemrosesan sinyal digital, sebuah kuliah yang kompleks, dan matematika di sana bisa mbikin seseorang gampang sekali tersesat. Maka dia pun berpikir keras tentang apa sih esensi dari perkuliahannya. Dia berkata:
“Ketika seorang mahasiswa dari Universitas Illinois diwawancara kerja di sebuah perusahaan dan berkata bahwa dia telah mengambil kuliah Prof.Singer, maka apa sih sebenarnya 3 (tiga) hal yang mereka harus ketahui sehingga mereka bisa dapatkan kerjaan dan juga bisa membuat Universitas Illinois bangga karena punya lulusan yang bekerja di bidang itu?”
Dengan memfokuskan pada gagasan inti atau esensi dari perkuliahan, dia memotong bagian yang tak seberapa penting yang itu biasanya adalah apa yang membedakan mahasiswa bernilai A+++ dan yang bernilai A++, tapi tidak ngaruh bagi kebanyakan mahasiswa.

Membuat Gagasan Mudah Dipahami: Konsep Kesederhanaan (Simplicity)

Perihal lain dalam simplicity atau kesederhanaan pesan adalah menyampaikan informasi baru atas dasar apa-apa yang telah diketahui oleh lawan bicara (atau siswa). Kita biasa mengenalnya dalam bentuk analogi.

Sebagai contoh kita ambil saja kasus pelajaran tentang model atomnya Bohr. Seorang guru yang baik biasanya akan menjelasakan dengan cara “Elektron mengelilingi nukleus sebagaimana planet2 mengelilingi matahari.” Karena konsepnya dikaitkan pada sesuatu yang sudah dimengerti oleh siswa -yakni sistem tata surya- maka konsep yang asing pun akan dengan cepat dimengerti. Ini kayak sistem tata surya, Cuma levelnya mikroskopik.

Analogi amat efektif karena hubungan atau kaitan ampuh yang dibentuknya dengan konsep yang sudah dipahami oleh pendengar. Sementara itu, simplicity akan membuat sebuah gagasan jadi ramping dan terfokus, yang pada gilirannya akan membuat gagasan Anda jadi mudah dimengerti dan diingat.

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s