bisnis pakaian hewan kelinci

Bisnis Pets’ Boutique. Anda tertarik? :-P

Saat ini jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.650.000 orang adalah penganggur terdidik lulusan perguruan tinggi. Data lain mengatakan bahwa dari jumlah penganggur terbuka, 65,71% adalah penganggur yang berpendidikan. So, ndak masalah klo lulusan teknik kimia jualan bakmi, dan lulusan informatika buka butik. Yang penting dia kerja, atau yg sebenernya ingin saya sampaikan, yang penting dia menikmati kerjaannya.

Karena sekali memulai bisnis, kita pasti akan mengalokasikan waktu sekian bulan di sana. Lantas jika sukses, kita akan alokasikan sekian tahun untuknya. Jadi bener2 kudu dipikirin: “Bisnis apa sih yang bisa kujalani dengan enjoy sepanjang hari, setiap harinya, hingga beberapa tahun ke depan?”

Klo mau gampang, kita bisa memulainya dari hobi. Dan harus bener2 bisa menerima konsekuensi yang didapat dari membisniskan hobi. Klo sekedar hobi, kita kan melakukannya hanya ketika sedang menginginkannya. Tapi klo pas lagi ndak pengen, ndak ada konsekuensi buruk yang terjadi. Beda banget klo hobi itu dibisniskan; di sana ada risiko, ada pelanggan dan rekanan yang kudu dirawat. Ndak peduli lagi mood apa enggak, kita kudu kerja & deliver.

Lha untuk yang sudah hobi sekalipun aja lho, kita juga kudu mempertimbangkan program penjualan, advertising, pembelian dan juga akunting. Termasuk juga pertimbangan modal dan cashflow. Akan ada sekian banyak waktu yang harus dijalani untuk pekerjaan2 yang barangkali blas bukan hobi kita. Klo udah gitu, apa jadinya klo tyt tidak ada satu pun dari aktivitas entrepreneur adl bagian dari hobi. Pasti bakal Cappe dee… :roll:

A hobby is an activity that is carried on for personal pleasure or recreation. It is not an activity
entered into with the intention of making a profit.

Gagasan bisnis kita sebaiknya memang dibangun dari hobi & kesukaan kita. Tapi kudu bener2 dicatet: Ini bukan sekedar menjalankan hobi. Yang namanya bisnis tu harus menghasilkan profit. Klo aktivitas kesenangan Anda hanya menghabiskan uang dan dalam forecast-nya tidak berpotensi mendatangkan uang dg nilai yg melampaui biaya yang dikeluarkan untuknya, maka itu emang bener2 sekedar hobi.

Nah, klo dasarnya udah hobi, biasanya para enterpreneur startup ndak pake mbikin cost-benefit analysis segala, ndak pake mbikin hitung-hitungan “rumit” di Excel dan menjalani apa-apa yang dibilang oleh hasil analisa finansial di sana. Dengan pendekatan intuitif atas dorongan hobi, kita memang sudah bisa memulai sebuah bisnis.

Atau pake cara yang lebih ilmiah juga boleh:

  1. Mulai dengan menanyakan ke diri sendiri, kompetensi apa yang sudah dimiliki
  2. Matchingkan kompetensi itu dengan kebutuhan pasar dan peluang industri di masyarakat
  3. Baca koran dan majalah bisnis, ngobrol dengan orang2 berawawasan untuk meriset peluang2 bisnis
  4. Baca trend yang sedang naik daun, kebutuhan2 pasar yang belum terpenuhi, niche2 yang terabaikan, dan cari peluang2 untuk meningkatkan nilai produk dan layanan yang telah ada
  5. Periksa setiap peluang berdasarkan kemudahan untuk masuk. Maksudnya berapa duit, waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengasuh sang bisnis hingga cukup matang untuk menantang kompetitor yang biasanya telah ada.

Gimana, ribet ta? :mrgreen:

Check this out, then. Sekedar untuk ngasih gambaran gimana hobi bisa jadi bisnis.

Suka mancing? Gimana klo bikin pemandu pancing aja. Mbantuin orang2 nemukan tempat dan titik mancing yang sip dan mbantuin supaya ember ikannya penuh. Soalnya nyebelin banget klo kita udah nongkrong lama2 tapi ndak dapet apa2. Jadi konsultan pancing lumayan tuh; ngasih edukasi ttg kelengkapan2 pancing, apa2 aja equipment yang mantap, sampai ngajarin mancing dan masak hasil pancingan!

memancing ikan paus
Gimana nggak seneng dapet ikan pancingan segede ini :mrgreen:

Suka barang antik? Indonesia punya lumayan banyak barang antik kan, kita tahu sendiri; mulai keris, keramik sampe batu-batuan hias. Klo ndak punya, Anda bisa cari, beli dan jual lagi lewat lelang. Tapi ya gitu, klo emang barangnya amat langka, belinya juga mahal. Atau malah mbikin sendiri, trus langsung buka toko di ebay.

Suka ama mobil? Mending jangan cuma ngoleksi gambar atau jago modifikasi di Need For Speed doang. Masih banyak orang2 yang belum bisa mbikin modifikasi mobil yang match dan keren. Sementara mereka ndak mau repot2 dan berlama2 ngurusin modifikasi. Pengennya langsung jadi. So? Jadi aja reseller mobil (dan motor) modifikasi.

Suka ngoding?
Mbikin aja shareware, daftarkan di download.com. Statistiknya, emang cuma sekitar 10 % aja dari orang yang mendownload shareware akan bener2 membelinya. Tapi coba kita lihat lagi angkanya. Klo yang download ada 10 ribu, dan 1000 di antara mereka mau keluar uang $ 29,95, hitung aja deh berapa rupiah yang akan Anda dapat.

Suka koleksi prangko, mata uang kuno, serangga atau yang lain, tapi bingung gimana cara menguangkan hobi itu dan cari modal? Well, minimal lah, mbikin aja layanan mbikin katalog untuk para hobbyist itu. Troublesome? Maybe. Tapi katanya hobi, dapet duit lagi :mrgreen:

kucing-jualan-ice-cream
Sederhana; pokoknya mulai aja dari hobi Anda.

Ndak usah mikir rumit2. Hobi Anda apa sih? :-P

Next: Kenapa Berbisnis Atas Dasar Hobi Tidak Sebegitu Mudahnya?

Nah, setelah hobi ditemukan, maka berikutnya adalah harus tahu bagaimana cara mendapatkan modal dari para investor.


http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=business-plan-8540&stripped_title=business-plan

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

2 responses »

  1. lintas-oto.info mengatakan:

    Hobi Modifikasi Anak Kampus…

    I found your entry interesting thus I’ve added a Trackback to it on my weblog :)…

  2. lintas-oto.info mengatakan:

    Hobi Modifikasi Anak Kampus…

    I found your entry interesting thus I’ve added a Trackback to it on my weblog :)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s