Satu hal menyenangkan dari bewiraswasta adl ktk kita bisa menentukan waktu kerja sendiri dan bekerja dengan gaya yang kita suka. Mau dateng ke kantor jam berapa dan berapa lama tu terserah. Saya sendiri biasa ngantor jam setengah sepuluh, kadang malah jam sebelas. Yang penting apa yang ditargetkan tercapai.

Sehingga seolah-olah:

My Boss : “You should have been here at 8 O”clock.
Me : “Why, what happened?”

:mrgreen:

Dengan fleksibilitas waktu dan tempat kerja, kita bisa menyesuaikan beban, jadwal, peran kerja serta kecepatan penyelesaian tugas sesuai dengan gaya kita sendiri. Untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan flow berdurasi panjang, saya menganggap obrolan dengan teman kantor (meski sekedar jadi pendengar) dan juga koneksi internet sebagai sebuah distraksi. Ketika bekerja di rumah, saya bisa memilih interfensi apa yang ingin saya dapatkan. Saya bisa mengatur atmosfer produktivitas tepat sesuai yang saya inginkan.
Fokus
Jika Anda mengingat waktu di mana Anda sedemikian produktif, maka pastilah di saat itu Anda merasa sedang mengambil kendali penuh; ndak sedang stres; terfokus bener pada apa yang dilakukan; sampe2 waktu berlalu begitu saja; dan anda bener-bener merasa sedang membuat progress. Menyenangkan sekali. Dan itu bisa kita dapatkan bila kita miliki kewenangan untuk mengatur atmosfer produktivitas kita sesuai dengan gaya kita sendiri.

Hasilnya? Tentu saja output kerja yang lebih besar dan malahan waktu kerja yang lebih panjang. Dan karena bekerja di rumah, perusahaan pun tidak perlu mengeluarkan biaya untuk listrik, AC dan minuman.

When an efficient secretary asked her boss for a raise in her salary, he turned her down, saying: “Your salary is already higher than that of the secretary at the next desk. And she has five children.”
“Excuse me,” the efficient woman replied, “I thought we got paid for what we produce here;not for what we produce at home in our own time.” :mrgreen:

Dalam sepanjang dunia karier, orang-orang serasa dipaksa untuk memilih antara kerja dan kehidupan pribadi. Well, dengan bekerja di rumah, kita bisa dapatkan keduanya. Meskipun dalam kasus saya, kehidupan pribadi saya tu ya kehidupan kerja. Untuk saat ini masih belum ada beda :-P
Semua waktu adalah kerja
as if semua waktu adl kerja

Model kerja fleksibel semacam ini bukan tanpa risiko. Saya sendiri sempat berada dalam siklus produktivitas yang fluktuatif, sampai-sampai menghilang dari komunitas online. phpmyadmin lebih sering muncul di browser ketimbang blog pribadi dan blog temen2. Meski sering di rumah, PS2 juga jarang disentuh, tipi juga jadi pajangan; lebih sering mainan powerdesigner + visual studio 2005. Dengan waktu produktif yang lebih lama, saya terus berkutat dengan pekerjaan. Hingga akhirnya saya tumbang :mrgreen:

Bahkan setelah saya pulih dari sakit pun, saya ternyata masih mengalami hari2 di mana saya tidur hingga 11-12 jam, hampir non stop. Baiklah, cuaca belakangan memang dingin dan kurang bersahabat dan sungguh amat gampang untuk dituduh sbg biang keladi. Tapi saya bukanlah beruang yang butuh berhibernasi. Fakta yang agak menjengkelkan; bahkan meskipun saya menyukai apa2 yang saya lakukan, ternyata tubuh ini enggan berkompromi pada ambang tertentu.

Kucing bobo
Tidur 11 jam dlm sehari? Emgnya bayi kucing :roll:

Your ability to generate power is directly proportional to your ability to relax.

Bahkan seorang workaholic yang menyukai pekerjaannya ternyata masih butuh waktu juga untuk rileks dan berhenti-duduk sejenak. Toh itu juga membantu kita untuk bisa lebih bijak; tidak sekedar berdiri dan berlari.

Perihal ironis lainnya, dalam rentang flow yang lebih lama, saya ternyata jadi keasyikan dan berkutat terlalu lama dalam perihal teknis. Padahal saya ada 7 orang di bawah supervisi saya. Dan saya harusnya lebih ngurusin perihal strategis.

Boy to mother: “I’ve decided to stop studying.”
“How come?”asked the mother.
“I heard that that someone was shot dead, because he knew too much.”

Joke di atas hanya disambung2in aja ama kasus saya :mrgreen: .

Saya tidak seharusnya tahu dan berkutat terlalu banyak pada perihal2 yang harusnya bisa saya delegasikan. Dan bukan sekedar/hanya pekerjaan saja yang sebenernya kita delegasikan, melainkan wawasan dan juga keahlian teknis.

Saat ini, saya kembali menyeimbangkan diri saya; meniriskan kembali apa-apa yang dulunya membuat saya utuh. Termasuk dlm hal ini semisal kembali ke komunitas online untuk berbagi di sana dan juga mengisi lubang-lubang di kehidupan pribadi saya.

Semoga Anda bisa belajar dari pengalaman saya. Yang jelas, fleksibilitas waktu dan tempat kerja ini biasanya diterapkan untuk orang-orang yang tidak bermasalah dalam hal komitmen dan gaya produktivitas. .

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s