Sebuah startup business pada umumnya memiliki fase naik turun, atau fase profitabilitas jongkok & berdiri. Saya sendiri sekarang sedang mengalami itu. Sedang mengalami gagal total sih bukan, melainkan frustated; merasa kesal krn tidak kunjung mendapatkan hasil yg diinginkan setelah sedemikian rupa berupaya. Cape de… :?


Bayi kecapekan - lelah
Byeh byeh…so tired & frustated

Mistakes just don’t need to be all that scary. So you’re in a startup business? Make more mistakes.

Yeah, right. Saya menyeringai aja mendengarnya.

Pertaruhannya adl pada standard minimal kelayakan hidup, terutama bagi yg sudah miliki tanggungan, atau akan memiliki tanggungan dalam waktu dekat. Meskipun gagal dan melakukan bejibun kesalahan adl pertanda jalan kesuksesan, tapi saya tetap merasa frustated, tertekan, dan dibikin khawatir ketika mengalaminya. Apalagi jika sampai ketambahan perasaan malu; malah makin memperburuk aja.

Mistakes show us what we need to learn

Hmm…okey :roll: … So true.

Kombinasi hewan yg menarik
Kesalahan yg saya lakukan tyt mbikin saya temukan kombinasi2 baru yg menarik

Yg terpenting adl mendapat hikmah & pembelajaran dari semuanya, dan bagaimana akhirannya. Saya pikir issue Profit vs Pertumbuhan adalah pembelajaran yg amat penting bagi saya saat ini. Maka ijinkanlah saya berbagi.

Untuk bisnis2 yg ndak ingin bertumbuh, memaksimalkan profitabilitas memang adalah perihal yg amat penting. Memaksimalkan untung dg pengurangan resource, mengalokasikan sedikit saja waktu, SDM dan uang utk mengembangkan bisnis. Gimana caranya agar karyawan2nya bisa dapet uang yg “cukup” setiap bulannya.

Ini juga jadi pilihan semisal bagi perusahaan2 yg menganggap pertumbuhan bisnis itu sedemikian mahal atas susahnya. Atau krn sudah berpuas diri dg kondisi saat ini. Atau sekedar krn ndak tahan mendengar rengekan ‘karyawan2nya’ yg masih bermental karyawan; yg hanya kerja 8 jam sehari tapi menuntut kenaikan gaji, ndak peduli perusahaan sedang bokek dan belum BEP.

Startup business tidak seharusnya mengukur sukses atau gagal (hanya) dari profitabilitas perusahaan. Kita harusnya beri penghargaan yg sepantasnya pada Pertumbuhan.

Profit dan Pertumbuhan itu sendiri, sebenernya ndak lebih penting satu sama lain kok. Pertumbuhan ndak bisa didapet tanpa adanya profit. Profit juga bakalan susah meningkat klo pertumbuhan ndak berlangsung. Profit adl cara yg bagus untuk mengukur pertumbuhan. Dia membantu kita mengukur performa, tapi sebenernya tidak lebih penting ketimbang pertumbuhan.

Lalu tentang pertumbuhan itu sendiri, banyak cara yg bisa digunakan untuk mendefinisikannya; ada yg berdasarkan prosentase dalam kurun waktu tertentu, komparasi dg bisnis rival sekaligus buat benchmark, atau mungkin cara yg lain. Dlm lingkup departemen, saya sendiri mendefinisikan pertumbuhan sbg ukuran efisiensi proses manufaktur dan delivery produk dalam ukuran quarter. Terserah deh ama kitanya.

Yg penting, pertumbuhan itu sebenernya lebih merupakan sebuah mind-set ketimbang sebuah fixed-goal, terlepas dari bagaimana kita membuat ukuran dan durasi pencapaiannya. Lingkup Pertumbuhan lebih dari sekedar profitabilitas, melainkan juga meliputi penambahan kompetensi, wawasan dan mentalitas dari seluruh personel yg ada. Pengidentifikasian & “pembakuan” best-practice dlm hal manufaktur produk, delivery dan pemasaran produk pun juga menjadi indikator dlm pertumbuhan. Dan perihal2 semacam inilah yg sering dibiarkan terjadi begitu saja, dianggap naturally happen, tanpa pendokumentasian dan evaluasi. Sehingga perkataan “Belajar dari pengalaman & kesalahan” tidaklah bener2 scr serius dilakukan.

Kemudian ini: salah satu kesalahan dlm startup business adl merekruit banyak karyawan, dan memandang itu sebagai tolok ukur & bukti sukses sebuah pertumbuhan. Well, emang sering tampak makes sense untuk nambah karyawan sebagai antisipasi pertumbuhan. Tapi kita kudu ngati2 nih.

Gunakan kaidah, “Hire after the need, not before!” Jangan isi posisi tertentu sampai posisi itu benar-benar diperlukan. Jangan merekruit karyawan sekedar untuk mengantisipasi pertumbuhan; pastikan bahwa tambahan orang memang sedang dan telah diperlukan. Pastikan mereka sungguh2 terlibat scr signifikan & paling dekat dg proses-bisnis inti perusahaan. Krn People are a recurring expense. Mereka tidak hanya menambah beban gaji bulanan, tapi juga nambah beban listrik dan telepon. Dan jangan lupa bhw penambahan SDM juga berpotensi menambah konflik dan masalah komunikasi-koordinasi, belum lagi potensi kontra-produktif dg meningkatnya interaksi & obrolan yg kurang relevan dg kerjaan :roll:

Anda mungkin sudah sering mendengar gembar gembor betapa entrepreurship membuka sedemikian banyak lapangan kerja baru. Dalam satu cara pandang memang bener sih, tapi If two companies have the same revenues, it’s the one with fewer employees that’s more impressive. Hal ini berlaku terutama bagi sebuah startup business.

Dg memahami issue Pertumbuhan secara tepat, maka kita akan punya mentalitas tahu/sadar diri dalam membangun bisnis. Jangan berpikir muluk2 utk terlihat keren. Penghasilan per bulan kita amat bisa jadi tidaklah lebih tinggi dari teman2 kita yg bekerja jadi karyawan di perusahaan milik orang lain. Tapi justru dlm kondisi itulah kita juga berlatih untuk lebih menghargai uang dan bersikap bijak dalam pembelanjaannya.
Api yang menyejukkan
Pada akhirnya, api pembelajaran akan malah jadi menyejukkan. Beneran.

Membangun dan membesarkan startup business memang susah. Tapi spt nasihat seorang sahabat di saat saya down baru2 ini, “Kamu emg sedang membayar di muka kok, dan membayar kesuksesan besar dg kesusahan di awal.”

Taken easy. If you love it, then why don’t you just do it !

Sahabat saya benar; jika Anda memang pengen jadi pengusaha, memang itulah harga yg harus dibayar. No Sweat ! :cool: :mrgreen:

Yang penting kan kita terus berupaya untuk berubah.

We need change

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s