Guntar - Pengkritisan thd Personality Plus

Konsep temparemen dunia barat diawali oleh apa-apa yang telah digagas oleh Yunani kuno, yang kemudian dimatangkan dipopulerkan oleh ilmuwan2 muslim, dan didayagunakan oleh bangsa Romawi.

Perlu dicatat, teori temparemen ini pada awalnya tidak digunakan untuk pengidentifikasian karakter. Ketika mematakangkan teori profiling ini, Ibnu Sina mendayagunakannya untuk keperluan pengobatan. Semisal saja, black bile (congealed blood) dikatakan (dari Ibnu Sina, diperkuat hasil penelitian Henry E. Sigerist, M.D.) bertanggung jawab untuk beragam jenis penyakit, mulai dari sakit kepala, vertigo, paralysis, spasm, epilepsi, dan beragam penyakit2 mental hingga gangguan terkait ginjal, liver dan limpa. Dari sini kemudian para ilmuwan psikollogi (semisal Theophrastus) membuat penelitian dan menemukan bahwa black bile tampaknya mendominasi kalangan orang pintar yang cenderung introvert, suka berpikir dan berpemikiran mendalam. Ciri gemar melakukan aktivitas berpikir yang kompleks dan mendalam itu lah yang kemudian menjadikan orang2 dg komposisi black-bile relatif banyak (yg berarti dia adalah melankolis) lebih rawan terkena penyakit2 mental spt yg tersebut di atas.

Teori temparemen di bidang kesehatan ini lah yang akhirnya menjadi pijakan bagi pembentukan konsep profiling semacam Personality Plus. Buku The Four Temparements in Children yang diterbitkan tahun 1896 adalah salah satu referensi tertua yang membahas tentang perbedaan karakter atas dasar komposisi cairan tubuh. Dari situ, lalu berkembang banyak teori profiling seperti Myers-Briggs dan DISC.

Kritik terhadap Personality Plus

Premis utama dari model profiling seperti Personality Plus dan juga Myers-Briggs adalah bahwa ternyata hanya satu saja dari keempat (atau 16 untuk Myers-Briggs) yang pantas untuk menggambarkan tipe seseorang. Personality Plus tampaknya mendistribusikan sehingga orang-orang dimasukkan dalam ekstrimitas sifat (misal ekstrovert introvert) dalam bentuk dikotomi kategori yang tersekat-sekat. Padahal nyatanya tiap orang tidak bisa dikotak-kotakkan seperti itu. Tiap orang adalah kombinasi yang unik. Jika seseorang nyatanya hanya berbeda tipis (dalam hal scoring) dengan yang lain, mengapa lantas dia didakwa sebagai orang yang secara kualitatif berbeda dg yg lain?

Model profiling yang dituduh mengkotakkan manusia hanya dalam empat golongan besar dan tidak mentolerir adanya perbedaan tipis dari hasil pengisian menjadikan validitas profiling dianggap meragukan. Manusia terlalu kompleks untuk bisa disederhanakan menjadi empat kelompok saja.

Guntar - Pengkritisan thd Personality Plus

Apalagi ternyata hasil isian kuesioner profiling ini bisa berbeda dalam rentang beberapa bulan saja. Jika memang demikian, apakah pantas profiling ini dijadikan instrumen untuk pengembangan diri dan dasar untuk lakukan interaksi? Jika ingin sistem yang reliable, mestinya hasil skor tidak berubah-ubah dong.

To make things worse, ndak jarang orang2 ternyata ndak bisa mengisi kuesioner scr akurat karena mereka yang tidak cukup mengenal diri sendiri. Jikapun mereka bisa mengisi dengan tepat, pada akhirnya mereka akan bilang semisal, “Lho, aku ni sanguinis kok ndak pinter ngomong di depan publik lho”, “Lho, aku melankolis kok ndak puitis lho”.

Kritik lain dari model profiling ini terkait dengan kurangnya justifikasi statistik, penggunaan generalisasi yang berlebihan, dan bias konfirmasi. Jika mengikuti perdebatan ilmuwan tentang ini, ntar jadinya malah ruwet dan membosankan.

Nyatanya, Profiling Bawa Manfaat yg Signifikan.

Khususnya utk apa2 yg dibikin oleh manusia, saya enggan untuk fanatik atau membenci habis2an. Ketika saya mencerna gagasan The Secret atau model profiling seperti Personality Plus, Strength Finder atau MBTI, saya selalu bisa menemukan celah dan lobang di sana. Saya selalu saja bisa mengkritik gagasan2 tersebut karena ketidaksempurnaannya. Tapi saya amat enggan utk menjadikan beragam kritik pribadi itu sbg penghalang utk mengambil hikmah dari semuanya.

Meskipun The Secret berpotensi menyesatkan, toh saya pribadi telah merasa mjd bukti nyata atas sebagian dari apa2 yg diungkapkannya. Pun juga demikian halnya dg profiling Personality Plus; dari dulu sampai sekarang saya masih merasakan kemanfaatan dari pemahaman tentangnya. So, kenapa perlu berkutat pada keburukan sesuatu klo nyatanya itu bisa dihindari, dan nyatanya ada banyak kebaikan yang bisa diambil darinya.

Beragam kritik atas model profiling itu sebagian memang valid, tapi ada juga yang sekedar didasarkan atas keluguan atau ketidaktahuan tentang pokok permasalahan.

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s