Terbukti Lebih Bahagia: Mereka yg Gunakan Hartanya Untuk Orang Lain

Tulisan ini menindaklanjuti kuesioner tentang seberapa materialistiknya Anda. Riset menunjukkan bahwa kaum materialis ternyata lebih tidak bahagia secara signifikan ketimbang kaum sebaliknya.

Mungkin Anda berpikiran bahwa apa yang membuat sang materialist merasa kurang bahagia adalah karena dampak finansial yang menjadi akibat: semakin materialist, tuntutan untuk punya harta banyak buat dibelanjakan bertambah. Tapi ternyata bukan itu masalahnya. Bukan perkara stres karena uang buat belanja yang banyak, melainkan pada perihal siapa yang diuntungkan dari uang yg dipunya.

Penelitian menunjukkan bahwa para materialist cenderung punya sifat egois. Sebuah studi di mana orang-orang dihadapkan pada kondisi “semisal-saja…” punyai 20.000 poundsterling, maka para materialist akan menghabiskan tiga kali lebih banya ketimbang yang ia belanjakan untuk orang lain.

Dan juga, minta saja pendapat mereka terkait seberapa mereka bersedia peduli pada orang lain (“Saya suka kalo punya tamu yang menginap di rumah”,”Saya sering meminjami barang buat teman2 saya”), maka respon mereka akan berkisar pada bentuk-bentuk yang egois. Maka kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth Dun untuk University of British Columbia menunjukkan bahwa hal ini akan bisa punya pengaruh yang buruk bagi kebahagiaan seseorang.

ikan koi rupiah

Image: Rupiah Koi (Author: Won Park, Diagram: Marcio Noguchi)

Dunn dan rekan kerjanya telah melakukan beberapa studi terkait keterkaitan antara pendapatan, pengeluaran dan kebahagiaan. Di sebuah survei nasional, partisipan diminta untuk memberi nilai pada tingkat kebahagiaan mereka, menyebutkan berapa pemasukan mereka dan membuat jabaran detail terkait jumlah yang mereka alokasikan untuk diri mereka sendiri, hadiah untuk orang lain dan pemberian untuk amal. Di studi yang lain, Dunn mengukur tingkat kebahagiaan dan pola pengeluaran dari karyawan sebelum dan sesudah mereka mendapatkan bonus bagi-hasil yang bernilai antara $ 3.000 hingga $ 8.000. Pola hasil temuannya konsisten: mereka yang mengeluarkan lebih banyak dari pemasukan mereka untuk orang lain punya tingkat kebahagiaan yang jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang menghabiskan uang untuk dirinya sendiri.

Penelitian lain yang Dunn lakukan menepis bantahan kaum skeptis yang mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah karena seseorang bahagia (karena hartanya), maka dia jadi banyak memberi. Riset yang mereka lakukan selalu menghasilkan temuan yg konsisten: mereka yang menggunakan harta mereka untuk teman dan keluarga selalu jauh jadi lebih bahagia ketimbang mereka yang menraktir diri mereka sendiri barang2 mahal.

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s