Andi adalah seorang karyawan yang menjalani “karirnya” sebagai kutu loncat. Banyak hal yang bisa dia lakukan, dan setiap berpindah kerja dia selalu mencari bidang pekerjaan yang berbeda. Aktivitas kesehariannya begitu sibuk; di kantor dia bisa merampungkan tugasnya meskipun dia habiskan banyak waktu untuk nongkrong di facebook, twitter dan youtube. Dia juga suka jalan-jalan ke mall sekedar untuk tamasya dan juga ngegame PS3 di rumahnya. Dia bisa bekerja lembur sampai pagi terlepas dari bagaimana interaksinya dengan keluarga dan kesehatan dirinya. Dan yang jelas, secara pribadi dia punya kapasitas hasil kerja yang amat besar.

Jika kemudian Andi dibilang sebagai orang yang produktivitasnya menyesatkan, sepakatkah Anda?

Saya yakin Anda tidak menganggap ukuran produktivitas dipandang sekedar dari hasil kerjanya. Saya sendiri mendefinisikan manajemen produktivitas sebagai seni dan sains untuk melakukan perihal2 yang tepat di waktu yang tepat dengan cara-cara yang seefisien mungkin. Ini dilakukan dengan tujuan untuk meraih pencapaian berarti dalam kehidupan sembari senantiasa menjaga keseimbangan dalam hidup.

Dalam perspektif ekonomi, produktivitas dikatakan meningkat manakala output yang didapat lebih besar ketimbang input yang diberikan. Tapi dalam konteks meraih kehidupan yang ideal, produktivitas bukanlah tentang melakukan lebih banyak kerjaan atau merampungkan lebih banyak urusan, tapi sejak awal adalah menangani kerjaan dan urusan yang memang layak untuk diurusi. Bicara tentang ideal, tentu ada nilai yang terlibat di sini. Mereka yang memiliki agama akan dengan gamblang mengatakan bahwa produktivitas adalah kemampuan seseorang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kebaikan dan kontribusi sebagai persembahan terbaik atas hidup mereka kepada Tuhan dan juga sebagai bekal mereka di kehidupan mendatang. Apapun, produktivitas bukanlah sekedar menghasilkan banyak hal, dan bukan juga sekedar bisa melakukan banyak hal. Produktivitas yang ideal selalu diawali dengan niat yang benar, ikhtiar yang juga benar, dan disudahi dengan apa-apa yang membawa kepada kemuliaan.

Andi yg produktif:

  • Jikapun dia berpindah kerja, itu tetap dalam ranah kompetensi yg sehingga kepakarannya terbentuk, karirnya pun terbangun.
  • Facebook, blogging, twittering, itu bukan masalah. Yg jadi masalah adalah: itu semua dilakukan untuk memenuhi tujuan baik apa? Dan sudah tepatkah porsinya?
  • Bahwa hasil yang diraih bukan hanya terkait kerjaan, melainkan juga pencapaian di aspek lain semisal spiritual, keluarga dan kesehatan.

Barangkali Anda memiliki definisi yang berbeda atau yang bisa memperkaya?

About Wellcome to iqbalsukses

Terlahir ke dunia yang fana pada hari selasa,,tepatnya pada saat sang fajar menyingsing.. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan religius.. Sekarang menempuh hidup, mencoba menjadi sosok pribadi yang berguna bagi orang lain, terutama orang tua.. Salam Kemenangan.. Pencari kebahagiaan dunia & akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s